Selasa, 11 Februari 2014

PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENEGAK SADANA – DEWI SRI PANGKALAN SMK 1 MOJOSONGO



PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN  PENEGAK SADANA – DEWI SRI
PANGKALAN SMK 1 MOJOSONGO




BAB I
PENDAHULUAN


A.          DASAR PEMIKIRAN
Wewenang yang dimiliki oleh Dewan Ambalan Penegak Sadana - Dewi Sri  yang selanjutnya disebut Dewan Penegak adalah hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya antara lain membuat penjabaran rencana kerja dalam bentuk program kerja selama 1 (satu) tahun dan melaksanakan kegiatan pramuka penegak di pangkalannya sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan Oleh Gugus depannya, memberikan saran kepada Gugus Depan dalam mengelola Pramuka Penengak di pangkalannya, Membantu gugus depan dalam penelitian, dan mengembangkan gerakan pramuka, serta melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pramuka penegak di pangkalannya.

Guna mencapai efektifitas dan efisiensi pengelolaan Dewan Penegak maka pembagian tugas dalam tubuh Dewan Penegak perlu dilakukan berdasarkan kedudukan anggota dalam pengurusan Dewan Penegak. Dewan Penegeak disusun oleh Panitia yang diberi hak dan kewajiban untuk menyusun daftar calon pengurus Dewan Penegak untuk periode selanjutnya.

Kondisi awal yang tampak pada kepengurusan masa bakti 2012 – 2013 diantaranya adalah dengan semakin meningkatnya volume kegiatan Dewan Penegak, maka diperlukan adanya strategi yang tepat dalam penanganan administrasi Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri masih kurang tertib sehingga menjadi penghambat bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya. Belum adanya sistem perencanaan anggaran yang menjadi penghambat jalannya kegiatan maupun upaya pembinaan dan pelatihan pramuka Penegak di Gugus Depan.

Beberapa hal yang berpeluang menjadi permasalahan adalah masih sering ditemui adanya ketidak serasian hubungan Dewan Penegak dengan Gugus Depan, kurangnya bimbingan dari Gugus Depan (pembina) kepada Dewan Penegak, sehingga dirasa menggangu kelancaranan pelaksanaan disetiap kegiatan. Hal ini disebabkan oleh pola pikir yang tidak sejalan antara Gugus Depan dengan dewan Penegak, daya dukung administrasi kesekretariatan yang belum optimal, adanya kesibukan-kesibukan anggota Dewan Penegak dalam melaksanakan tugas pokok individu sehingga tidak dapat terus-menerus mengurus Dewan Penegak.


B.           DASAR PELAKSANAAN
1.        Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (AD/ART).
2.        Surat Keputusan Kwartir Nasional gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987, tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan gerakan Pramuka.
3.        Sidang-sidang yang diadakan Panitia Dewan Ambalan Penegak Sadana  - Dewi Sri masa bakti 2012 – 2013.


C.          MAKSUD DAN TUJUAN
1.        Maksud disusunnya pedoman penyelengaraan Dewan Ambalan Sadana-Dewi Sri masa bakti 2012 - 2013 adalah untuk dijadikan pedoman Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri dalam menyelenggarakan Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri.
2.        Tujuan disusunnya pedoman penyelenggaraan dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri masa bakti 2012 - 2013 ini adalah agar terdapat keselarasan didalam penyelengaraan Dewan Ambalan Penegak sadana – Dewi sri.


D.          SASARAN
1.        Adanya ketertiban dalam kepengurusan dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri masa bakti 2012 - 2013.
2.        Mempermudah pengelolaan Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri masa bakti 2012-2013.


E.           RUANG LINGKUP
1.        BAB I           : Pendahuluan
2.        BAB II         :  Kepengurusan Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.
3.        BAB II         :  Tugas dan tata kerja Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.
4.        BAB IV        : Penutup



BAB II
KEPENGURUSAN DEWAN AMBALAN PENEGAK
SADANA-DEWI SRI


Pasal 1
Masa Bakti

Masa bakti kepengurusan Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri adalah 1 (satu) tahun.


Pasal 2
Struktur Kepengurusan

Struktur kepengurusan Dewan Ambalan Penegak Sadana sebagai berikut :
a.        Seorang ketua disebut Pradana Putra, merangkap anggota.
b.        Seorang ketua putri disebut Pradana Putri merangkap anggota.
c.        Seorang Kerani I merangkap anggota.
d.        Seorang Kerani II merangkap anggota.
e.        Seorang Bendahara merangkap anggota.
f.         Anggota bidang terdiri dari :
1.        Bidang kegiatan operasional
2.        Bidang penelitian dan evaluasi
3.        Bidang pembinaan dan pengembangan
4.        Bidang teknik kepramukaan
5.        Bidang pengembangan kewirausahaan
6.        Bidang Pemangku Adat


Pasal 3
Komposisi dan Jumlah

Jumlah anggota Dewan Amablan Penegak Sadana- Dewi Sri seluruhnya harus ganjil yaitu 13 (tiga belas) atau 15 (lima belas) orang sebagai anggota inti ditambah dengan wali sangga sesuai dengan kebutuhan Dewan Penegak.


Pasal 4
Syarat-syarat

a.        Syarat Umum
Anggota Pramuka Penegak SMK N I Mojosongo tingkat 2 (dua)
b.        Syarat Khusus.
1.        Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2.        Memiliki kepribadian yang baik serta berdedikasi tinggi,
3.        Berpendidikan dan berpengalaman tentang Kepramukaan dan memiliki kemampuan berorganisasi,
4.        Minimal sudah dilantik menjadi Pramuka Penegak Bantara,
5.        Diutamakan pernah mengikuti kegiatan di tingkat ranting, cabang, daerah dan nasional,
6.        Sanggup menyelesaikan tugas sampai akhir masa baktinya.


BAB III
TUGAS DAN TATA KERJA
DEWAN AMBALAN PENEGAK SADANA-DEWI SRI

Pasal 5
Macam dan Urutan Jabatan

Macam dan urutan jabatan dalam Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri adalah sebagai berikut :
a.         Seorang ketua yang disebut Pradana, merangkap anggota.
b.        Seorang Pradana Putri.
c.         Seorang Kerani I merangkap anggota
d.        Seorang Kerani II merangkap anggota
e.         Seorang Bendahara merangkap anggota.
f.         12 orang yang masuk dalam pengabdian Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri, masing-masing bidang 2 orang

Pasal 6
Tugas dan Tanggungjawab

a.        Ketua Putra
1.         Memimpin dan mengelola Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri;
2.         Bersama seluruh anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Ambalan Penergak Sadana – Dewi Sri.
3.         Mewakili Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri sebagai unsur dewan kehormatan.

b.        Ketua Putri
1.         Memimpin dan mengelola Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri;
2.         Bersama seluruh anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Ambalan Penergak Sadana – Dewi Sri.
3.         Mewakili Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri sebagai unsur Dewan kehormatan.

c.        Kerani I
1.         Melaksanakan mekanisme administrasi khususnya yang berkenaan dengan kesekretariatan;
2.         Mewakili Dewan Ambalan Penegak Sadana - Dewi Sri apabila ketua dan wakil berhalangan.

d.        Kerani II
1.         Melaksanakan mekanisme administrasi khususnya yang berkenaan dengan kesekretariatan
2.         Mewakili Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri apabila ketua, wakil ketua dan Kerani I berhalangan.

e.        Bendahara
1.         Mengelola keuangan dan harta benda Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri;
2.         Mewakili Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri apabila ketua, wakil ketua dan Kerani berhalangan.

f.         Ketua Bidang
Membantu ketua dan wakil ketua Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri  dalam memimpin anggota bidangnya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang masing-masing.

g.        Anggota Bidang
1.        Melaksanakan tugas bidang
2.        Bersama-sama ketua bidang merumuskan kebijakan bidang


Pasal 7
Fungsi Bidang

Fungsi bidang ambalan Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri diatur sebagai berikut :
a.        Bidang Kegiatan Operasional
1.        Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang merupakan kegaitan operasional dalam upaya peningkatan mutu kegiatan operasonal Pramuka di Gugus Depan.
2.        Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan operasional

b.        Bidang Penelitian dan Evaluasi
1.        Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan pembinaan dalam upaya peningkatan kualitas Pramuka penegak di Gugus Depan.
2.        Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan penelitian dan evaluasi

c.        Bidang Pembinaan dan Pengembangan
1.            Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan pembinaan dalam upaya peningkatan kualitas Pramuka penegak di Gugus Depan.
2.            Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan operasional

d.        Bidang Teknik Kepramukaan
1.        Memikirkan, merencanakan, dan mengorganisasikan kebijakan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak di Gugus Depan secara konsepsional.
2.        Memberikan pertimbangan dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan.

e.        Bidang Pengembangan Kewirausahaan
1.        Memikirkan, merencanakan, dan mengorganisasikan tentang pengembangan kegiatan kewirausahaan Pramuka Penegak di Gugus Depan.
2.        Memberikan pertimbangan dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan.


Pasal 8
Hak dan Kewajiban

a.        Hak bicara adalah hak untuk menyampaikan usul saran dan pendapat serta hak untuk mengajukan pertanggungjawaban;
b.        Hak suara adalah hak untuk mencalonkan dan dicalonkan, mendukung usul, menolak usul, dipilih dan memilih.
c.        Berhak mendapat perlakuan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
d.        Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri;
e.        Berkewajiban mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksankanakan oleh Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri maupun Gugus Depan;
f.         Berkewajiban mempertanggung jawabkan segala tugas yang tercantum dalam uraian tugas dan tanggung jawab.
g.        Berkewajiban mengenakan tanda jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam setiap kegiatan dan tugas Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri selama masa bakti.


Pasal 9
Jenis Sidang dan Rapat

a.        Rapat Pleno
1.        Menentukan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan tugas serta evaluasi program jangka pendek Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.
2.        Dilaksanakan sedikitnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan ;
3.        Dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri dan Pembina serta dapat mengundang pihak lain bila perlu
4.        Menyampaikan hasil rapat kepada Ka. Gudep sebagai bahan informasi dan persetujuan pelaksanakan.



b.        Rapat Pimpinan
1.        Menentukan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan tugas serta evaluasi program jangka pendek Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri ;
2.        Dilaksanakan sedikitnya 1(satu) kali dalam 1(satu) bulan.
3.        Dihadiri oleh para pimpinan Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri, yaitu : Ketua, wakil ketua, Kerani I, Kerani II, Bendahara.

c.        Rapat Bidang
1.        Menyusun konsep persiapan program kerja bidang yang bersangkutan :
2.        Dilksanaksakan sesuai kebutuhan ;
3.        Dhdir oleh anggota masing-masing bidang jika dianggap perlu juga melibatkan bidang yang terkait.
4.        Kesimpulan rapat bidang disampaikan kepada seluruh anggota bidang lainnya.
d.        Rapat Sangga Kerja (Panitia Pelaksana)
1.        Membahas hal-hal teknis kegiatan yang berkaitan dengan sangga kerja ( panitia pelaksana ) ;
2.        Dihadiri oleh seluruh anggota sangga kerja  (panitian pelaksana) serta pihak lain yang dianggap perlu ;
e.        Musyawarah Ambalan
1.        Melaporkan kegiatan yang telah lalu dan menjabarkan semua rencana kerjanya ;
2.        Dilaksanakan sedikitnya 1(satu) tahun minimal 2 (dua)kali ;
3.        Dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri, Wali Sangga ;
4.        Hasil dilaporkan kepada Gugus Depan untuk dijadikan bahan masukan dalam penyusunan program kerja Gugus Depan. 


Pasal 10
Kuorum

Semua rapat dan sidang yang termaksud dalam pasal 9 (sembilan), dinyatakan sah apabila dihadiri oleh 2/3 atau lebih dari peserta yang seharusnya hadir.
Bila kuorum tidak tercapai, maka sidang atau rapat ditunda selama 2 (dua) kali 15 (lima belas) menit dan bila tidak tercapai juga maka sidang atau rapat dapat dilanjutkan.
Anggota yang tidak hadir dalam sidang atau rapat dianggap menyetujui hasil sidang atau rapat tersebut.
Semua hasil sidang atau rapat diiformasikan kepada seluruh anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri melalui Sekretariat Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.

 
Pasal 11
Penentuan Kebijakan

a.        Pada prinsipnya kebijakan dilaksanakan atas dasar musyawarah untuk mufakat sesuai dengan asas Dewan Ambalan penegak Sadana- Dewi Sri yaitu kekeluargaan dan demokratis.
b.        Penentuan kebijakan dilakukan sepenuhnya oleh ketua dewan Ambalan penegak Sadana – Dewi Sri melalui rapat pimpinan yang dihadiri oleh ketua, wakil ketua, kerani dan bendahara.
c.        Apabila dalam rapat tidak tercapai keputusan secara mufakat maka pengambilan keputusan menggunakan suara terbanyak.


Pasal 12
Administrasi

a.        Administrasi Kesekretariatan
1.        Pengaturan adminstrasi Dewan Ambalan Penegak sadana- Dewi Sri sepenuhnya dikelola oleh Kerani I dan II Dewan Ambalan Penegak Sadana- Dewi Sri yaitu kekeluargaan yang demokratis.
2.        Sebagai kepala sekretariat Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri, kerani II mengatur dan menata sistem manajemn kesekretariatan termasuk mengatur hari-hari kerja anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana- Dewi Sri.
3.        Anggota Dewan penegak Sadana – Dewi Sri yang bertugas piket harus melakukan aktifitas yang mendukung kelancaran tugas Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri dengan menulis kegiatannya dalam buku piket.  
4.        Surat-surat masuk dan keluar agar di agendakan sebelum diberikan kepada pihak yang berhak menerima dan diketahui oleh ketua melalui nota disposisi.
5.        Surat-surat yang keluar dan masuk Dewan Ambalan penegak Sadana – Dewi Sri ditempuh melalui Gugus Depan.

b.        Administrasi Keuangan
1.        Pengelolan finansial Dewan Ambalan Penegak Sadana Dewi Sri sepenuhnya dikelola oleh bendahara dengan sepengetahuan Ketua Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.
2.        Pengeluaran dan pemasukan keuangan agara dicatat oleh bendahara dengan sepengetahuan Ketua Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri.
3.        Sisa Anggaran setiap kegiatan dimasukan dalam kas Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri dengan menulis kegiatannya dalam buku piket.
       
c.        Administrasi Perlengkapan
1.        Pengadaan perlengkapan atau sarana pendukung adalah menjadi kewajiban dari Gugus Depan
2.        Dewan Ambalan Penegak Sadana – Dewi Sri berkewajiban untuk merawat dan mengelola sarana dan prasarana yang telah ada.
3.        Pengelolaan perlengkapan dikelola oleh kerani II



Pasal 13
Penambahan dan Pemberhentian Anggota

a.        Anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri diharuskan mengajukan permohonan pengunduran diri dan berhenti dari status keanggotaannya sebagai anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana- Dewi Sri apabila yang bersangkutan  :
1.         Dinyatakan keluar atau tidak lagi menjadi siswa di SMK N1 Mojosongo;
2.         Mempunyai hubungan khusus selain hubungan organisasi dengan sesama anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri;
3.         Mendapat grafik menurun terhadap prestasi belajar;
4.         Telah habis masa baktinya
5.         Bagi anggota yang tidak aktif akan diberi sanksi
b.        Pelaksanaan ayat a tersebut dibicarakan dalam Musyawarah Ambalan Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri.
c.        Penambahan dan pemberhentian anggota dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri ditetapkan dengan surat keputusan Ketua Gugus Depan.


Pasal 14
Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaan kegiatan program kerja Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri dilaksanakan oleh sangga kerja atau penitia pelaksana.
a.        Dewan Penegak mempunyai tugas membuat rancangan kegiatan yang berupa konsepsional (petunjuk pelaksanaan / juklak) sedangkan juknis dibuat oleh sangga kerja dari panitia pelaksana.
b.        Proposal kegiatan dibuat oleh Dewan Penegak dan selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan proposal harus diajukan.
c.        Pembentukan sangga kerja ditetapkan dalam rapat pleno Dewan Penegak.
d.        Sangga kerja terdiri dari anggota Dewan Penegak dan wali sangga yang diminta oleh Dewan Penegak untuk bersedia membantu pelaksanaan kegiatan serta pihak lain yang dianggap perlu.




Pasal 15
Laporan Kegiatan

a.        Laporan kepada Gugus Depan diatur sebagai berikut :
1.        Untuk kegiatan pokok paling lambat 1 (satu) minggu setelah kegiatan berakhir.
2.        Untuk kegiatan partisipasi paling lambat 5 (lima) hari setelah kegiatan berakhir.
b.        Laporan kegiatan termasuk didalamnya laporan pertanggungjawaban keuangan.
Pasal 16
Atribut

a.        Setiap anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri yang mengikuti kegiatan baik dilingkungan Pramuka maupun di luar kegiatan Pramuka diwajibkan menggunakan tata aturan penggunaan pakaian seragam pramuka berikut atributnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kwartir Nasional.
b.        Tanda Jabatan
1.        Bentuk, ukuran dan warna sesuai dengan petunjuk yang berlaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional.
2.        Penggunaan disesuaikan dengan petunjuk Kwartir Nasional.
3.        Untuk anggota Pramuka apabila masuk Sanggar Bakti Pramuka pakaian menyesuaikan dengan seragam sekolah.
4.        Atribut Ambalan yang digunakan sesuai dengan yang diberikan Gugus Depan


Pasal 17
Lain-lain

Hal-hal yang belum diatur atau tidak diatur dalam tata kerja dan tugas Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri masa bakti 2012 – 2013 akan diatur dan dibicarakan kembali dalam rapat pleno Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri.

BAB IV
PENUTUP

a.        Selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak anggota Dewan Ambalan Penegak Sadana-Dewi Sri dilantik, semua anggota telah melaksanakan pedoman penyelenggaraan ini.
b.        Pedoman penyelenggaraan ini disusun untuk dapat dipergunakan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.



Di Tetapkan  : Mojosongo
Pada Tgl.      :





Ka Gudep





SUMARDJO, S.Ag




Tidak ada komentar:

Posting Komentar